Acara pengorbanan Humeera masih berlangsung, tanpa rasa jijik sama sekali Humeera membunuh satu persatu para gadis yang dia persembahkan kepada sang siluman ular. Dia tidak menyangka bahwa dia memiliki sisi seperti, entah karena dorongan apa mungkin dendam? Atau rasa takut karena sebentar lagi yang dia tunggu hanyalah sebuah kehancuran hakiki yang tentu saja tidak akan pernah bisa Humeera biarkan. Entahlah… Udara disekitar gua tiba-tiba menurun secara drastic. Padahal sudah siang hari, namun kegelapan ditempat ini masih cukup pekat menyelimuti. Sinar matahari tidak mampu menembus rapatnya awan hitam yang menggulung diatas hutan kematian. Dikejauhan, kilat menyambar-nyambar disusul suara petir yang menggelegar. Namun Humeera tidak bergeming sama sekali, berpikir untuk mundur saja tidak.

