Part 21

1187 Words

Ino pov Aku terbangun tepat pukul empat sore hari, kulihat Letti masih memejamkan matanya. Saat sadar, aku baru saja ingat bahwa Juniorku masih menancap di liang nikmat milik Letti. Aku membiarkannya tetap disana, karena rasanya sangat nikmat karena terjepit. Namun aku tak menyangka bahwa Letti akan bergerak, hal itu membuat juniorku menegang lagi. "Ah.. Sayang" panggilku "Ehm.." "Kau membuatnya bangun lagi.." "Ah.. Ino.. Aku sudah lemas" "Kalau begitu akan ku lakukan dengan cepat sayang" Kugerakkan pinggulku perlahan, dan Letti menikmati setiap gerakanku. Posisi Letti menjadi menungging dan tetap dengan juniorku didalamnya. Tanganku menangkup payudaranya yang berukuran tiga puluh enam, sangat pas di tanganku. Ku remas hingga membuat Letti mendesah sembari memejamkan matanya merasak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD