Tiga Bulan kemudian Ino berada di Bali, ia dan Letti masih mencari keberadaan anaknya yang hilang. Letti hampir putus asa, tubuh Letti sedikit lemah saat ini. Ia terus memaksakan diri untuk mencari keberadaan anaknya. "Han.. Makan dulu!" "Belum lapar!" Letti berada di ruang kerjanya, ia menatap laptop yang memperlihatkan foto Queen anaknya. Tiba-tiba saja iris Letti menjadi sayu, ia pingsan di atas meja kerjanya. Ino yang melihat hal itu berlari menangkap tubuh Letti yang hampir terjatuh dari kursinya. "Han.. Bangun!" Ino menggendong tubuh Letti, ia merasa tubuh wanita itu sangat ringan. Ia membaringkan tubuh Letti di atas ranjang. Lalu menghubungi Jiel untuk segera datang. Lima belas menit kemudian, Jiel datang dengan tergesa-gesa. Ia masuk begitu saja kedalam kamar Letti. "Mbak!

