“Suruh dia masuk.”ujar Lucien cepat. Terlalu terkejut untuk memberikan respon lain selain meminta tamunya masuk. Beberapa detik kemudian pintu ruangan Lucien terbuka, sosok Rex memenuhi ambang pintu sebelum pria itu menutupnya di balik punggung. Selama beberapa detik, keduanya hanya saling pandang dalam diam. “Aku tidak menyangka mendapat kunjungan darimu.”ujar Lucien datar sambil bangkit dari kursinya dan mempersilakan Rex duduk. Dan itu memang jujur. Lucien tidak pernah bermimpi kalau pria ini akan mengunjunginya setelah insiden penyelamatan di Kolombia beberapa waktu lalu, minus pertemuan singkat di apartemen Michella. Ya, setidaknya dari yang Lucien tahu Rex hanyalah salah satu orang kepercayaan dari kepala klan Saiga. “Kita harus bicara.”ujar Rex sama datarnya. Rex tidak ingin men

