52. Bukan Prioritas

2163 Words

Faisya bangun pagi-pagi sekali, ia terkejut ketika merasakan sebuah lengan kekar yang memeluk pinggangnya begitu erat. Semalam, sepertinya ia sudah membatasi jarak dengan menaruh bantal guling di tengah-tengah mereka, tetapi entah mengapa tiba-tiba saja bantal guling itu beralih di pinggir Akbar dengan pria itu yang berada tepat di sampingnya. Sebenarnya, tanpa perlu dicari tahu, sudah tentu ia tahu siapa pelakunya. Siapa lagi kalau bukan Akbar? Pasti pria itu yang menyingkirkan guling di antara mereka. Inginnya Faisya marah-marah di pagi yang masih sangat dini ini, tetapi ia sadar kalau nanti pasti akan memicu keributan di antara mereka. Akhirnya, Faisya lebih memilih, menyingkirkan lengan kekar yang melingkupi pinggangnya itu dengan pelan tanpa berniat membangunkan Akbar yang masih terle

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD