Kondisi tubuh Faisya saat ini tidak bisa dikatakan baik-baik saja, panas di tubuhnya semakin menjadi. Ditambahkan kepala Faisya yang terasa pusing berkunang-kunang. Sepertinya ini karena gadis itu tidak makan seharian, ditambah ada beban pikiran yang terus membuatnya berpikir. Padahal, tadi Ica sudah mengompresnya, tetapi ternyata panasnya tak kunjung turun. Nenek yang mengetahui kalau cucunya jatuh sakit pun merasa cemas, tak biasanya Faisya sakit sampai seperti ini. Faisya itu jarang sakit, tetapi sekalinya ia sakit maka akan sulit sembuh seperti dulu-dulu. Meskipun hanya sakit demam, tetapi sakit itu tidak bisa dianggap remeh. Karena semua berawal dari sakit yang kecil. Ica memberi usul pads Faisya kalau lebih baik Faisya dibawa ke rumah sakit saja, atau paling tidak dokter yang harus

