Faisya terbangun dari tidurku ketika merasakan dingin di pipi serta keningnya, gadis itu membuka mata dengan perlahan hingga ia dapat melihat siapa pelakunya. Ada Akbar yang tengah memandangi wajahnya sambil tersenyum cerah secerah sinar mentari, pria itu yang tadi ingin membangunkan Faisya dengan mencium pipi serta keningnya beberapa kali dan ternyata berhasil. Melihat wajah Akbar yang ada di hadapanmu membuat Faisya jadi teringat kejadian semalam, sontak semburat kemerahan muncul di kedua pipinya. Gadis itu langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut karena rasa malu yang menerjang. Akbar yang melihat sikap Faisya yang seperti itu pun hanya bisa terkekeh, lucu sekali tingkah istrinya. Bagaimana Faisya tidak merasa malu dan bersikap biasa-biasa saja setelah kejadian semalam? Jelas

