Persiapan demi persiapan semua telah terselesaikan, hingga waktu tiga bulan itu amatlah cepat berlalu. Hari ini, hari tepat di mana tiga bulan lalu Rama mengatakan akan mempersunting Diva untuk menjadi istrinya. Rama tengah mondar-mandir di kamarnya, mencoba melancarkan kalimat akad. Ia ingin benar-benar lancar mengucapkannya. Konon katanya jika kalimat ijab dilafalkan dengan satu tarikan napas, rumah tangga mereka akan awet selamanya. Rama bertekad hanya satu kali saja mengucap kalimat sakral itu. Pintu terbuka, menghentikan sejenak aktivitas Rama. Dina yang mengenakan kebaya, masuk ke dalam kamar putranya. Ia menatap Rama yang tampak gagah mengenakan setelan jas hitam khas pengantin. "Rama," lirih Dina, ia berdiri di hadapan Rama. Tangannya terulur untuk membingkai wajah tampan Ram

