"Apa!" teriak Dina mendengar penuturan Rama, wanita itu sangat terkejut dengan tenggat waktu yang Rama sebutkan untuk pernikahannya. Bagi Dina, ini sangat mendadak. Ia takut persiapannya tak terlalu matang mengingat waktu yang sangat singkat. "Ma, kita mau tunggu apa lagi? Bukannya Mama juga menginginkan aku menikah, ini aku sudah menuruti keinginan Mama," ucap Rama, ia mendapatkan pelototan tajam dari Dina. "Iya, tapi tidak mendadak begini Rama. Kita butuh persiapan, lagi pula memangnya kamu sudah tidak tahan? Jadi kamu pengen cepat-cepat?" selidik Dina, ia mendekati Rama. Menelisik lebih dalam wajah putra sulungnya. "Ma, aku sudah menunggu tujuh tahun saja aku kuat. Ini bukan masalah tahan tidak tahan, Ma. Aku juga sudah memperkirakan semuanya, termasuk juga kesembuhan ibu Diva. Syuku

