Rama memacu laju motornya lebih kencang, tak peduli hujan yang mengguyur dan membasahi tubuhnya. u*****n demi u*****n keluar dari mulut Rama saat jalan pintas menuju rumah Diva ada portal yang menghalanginya, cepat ia memutar arah, tidak ingin membuang waktunya lebih lama. Napas Rama terengah saat sampai di depan rumah Diva, rumah yang terasa sunyi bak tak berpenghuni meskipun pintu rumah itu terbuka. Rama berdiri di depan pintu setelah memarkirkan motornya, baju dan celana serta tubuhnya basah kuyup. Bibirnya menggigil kedinginan, tapi tak menyurutkan niat Rama untuk bertemu Diva. Tak lama gadis yang ia cari muncul dari dalam rumah sebelum Rama sempat mengucap salam, Diva melangkah ke arah Rama. Mereka saling tatap. Lalu Diva mempercepat langkahnya, ia dekap dengan erat sosok yang kin

