14. Empat Belas

1262 Words

Embun masih membasahi dedaunan , walaupun mentari pagi begitu cerah hati itu. Anael tengah menikmatinya di atap, sebelum bel masuk berbunyi, ia memang lebih dulu ke atap dibandingkan duduk di kelas. Sejak pembicaraannya dengan Biru tempo hari, hubungannya semakin menjauh. Berkali-kali Biru menghindari Anael, saat di kelas maupun di luar kelas. Sebisa mungkin cowok itu tak melakukan kontak langsung dengan Anael. Anael menghirup udara pagi, memejamkan matanya, seraya tersenyum. Menikmati panas sinar matahari pagi, yang kata orang katanya menyehatkan. "Selalu suka sama udara pagi hari." Anael membuka matanya perlahan. "Benar, hari ini gue harus buktiin ke Biru. Dia nggak bisa terus-terusan menghindar dari gue." Anael bertekad. Anael berniat kembali ke kelas, namun baru beberapa langkah, i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD