(33) Kepulangan

790 Words

Pukul dua belas malam, pintu kamar Pedro dan Kefas diketuk. Mereka berdua yang memang masih bersiaga segera tersadar. "Pedro, bukain-bukain." "Bentar..." "Aduh, cepetan. Gue gak bisa bangun, nih, kalau bisa udah gue bukain sendiri." "Iya, iya, ini mau dibukain." Ketukan kedua terdengar. Sepertinya, orang yang berada di luar sedang terburu-buru. Pedro mengintip sedikit dari lubang di pintu dan melihat Raa di depan pintu kamar, sehingga segera membukakan pintu. "Raa!" Ia berseru senang. "Lo akhirnya pulang. Gue sama Pedro sampe gak bisa tidur karena nungguin lo, Raa!" Raa menatap kedua temannya dengan gamang. Ia terduduk ke lantai dan dalam hitungan detik, tangisnya meledak. "Huaaaaaaaaaaaaaa! Kefas, Pedrooooo.... Gue gak tahan!" Kefas dan Pedro menatap teman mereka itu dengan pand

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD