Raa berjalan menyusuri jalan raya Yogyakarta dengan hati berdebar gelisah. Ia memikirkan apa yang dikatakan Kefas tadi, mengenai pengejaran yang dilakukan oleh teman-teman Fajar. Apakah hal itu mungkin? Kalau misalnya benar ia sedang diburu, maka sekarang ia berada dalam posisi terbalik daripada dirinya yang dulu. Ia bukan mata-mata, melainkan seorang buruan. Seorang target! Raa berusaha memikirkan apa yang paling membuatnya sulit ditemukan, dan ia dapat memikirkan satu hal penting: tetap menjadi diri sendiri. Kebanyakan target menjadi target mudah karena mereka berusaha keras bersembunyi dan menyamar menjadi seseorang yang bukan dirinya. Mereka jadi terlihat aneh, kaku, mudah diingat, dan tentu saja, mencolok. Mengejar tipe orang yang seperti itu bukanlah perkara sulit. Namun, bila Raa

