"Aku harus bagaimana? Aku harus menunjukkan sikap dan ketegasanku sebagai suaminya Alya. Seorang lelaki mencoba mendekati istriku jadi aku tentu saja tidak terima," jelas Mas Husain di koridor kantor polisi, wanita yang terlihat menggendong anaknya itu hanya mendelik dan melirik pada kami dengan ekor mata. Dia terlihat ingin mencaci maki Mas Husen tapi menahan sebab tidak mau mempermalukan dirinya. "Ya udah yaa Alya, kamu bisa pulang kan? Soalnya aku ada pertemuan penting?" Ucap Mas Fadli sambil menyentuh bahuku. Abi dan umi melihatnya tapi mereka tidak memandangnya dengan kemarahan. "Aku bisa pulang dengan abiku Mas," jawabku. "Nanti kalau sudah selesai pertemuan akan aku kabari ya." "Iya, Mas, makasih." "Nggak usah segitunya kali ...sama istri orang! Lagian kamu nggak ada kegia

