Waktu bergulir, mendung sedikit menggantung di langit tapi udara sorry masih menyengat antara panas dan debu yang bertiup di udara. Menjelang ashar suamiku pulang, dia memarkirkan mobil xpander miliknya lalu memberi salam padaku yang sedang duduk di teras memperhatikan ayunan keladi yang perlahan ditiup angin. "Hai, sore. Bagaimana kabarmu hari ini?" "Kabarku baik. Ada dan tidak adanya kamu kabarku selalu baik." Pria itu tidak menjawab beranjak menuju rak sepatu dan melepas sepatunya. "Tadi pagi istrimu datang ke sini untuk bicara padaku tapi aku mengusirnya,"ujarku santai, kusesap teh Hijau dari cangkir sambil memperhatikan kembali daun daun keladi yang lebar. "Kenapa diusir?" "Dia datang untuk minta maaf dan meminta aku untuk menjalin hubungan baik dengannya. Aku bilang aku t

