Lalu setelah Mas Fadli pergi, Mas Husein menggerutu dan protes padaku. "Apa lelaki itu sudah pergi?" "Iya." "Aku kesel dia terus datang ke sini." "Tapi apa salahnya, dia hanya menjenguk dan bersikap baik." "Halah, dia ingin bertemu dan merayumu." "Tapi aku tidak merasa dirayu!" "Bahkan jika kau karyawan dan sahabatnya itu tidak bisa mencegah tuntutannya padaku!" "Kaulah yang harus minta maaf dan mengalah, sekali perbuatanmu dan berjanjilah untuk tidak mengulanginya maka mungkin lelaki itu akan memaafkanmu, daripada kau terjerat kasus hukum dan ribut di pengadilan!" "Ini semua karena kamu!" ujarnya geram. "Ini semua karena kecemburuan dan perbuatanmu sendiri kenapa kau menyalahkanku," balasku sambil menggelengkan kepala. Kadang aku ingin menertawainya tapi kadang sikapnya begitu

