39

1013 Words

Sehari setelah pembicaraan tentang perceraian itu suamiku memilih untuk diam dan tidak membicarakan apapun lagi. Dia seperti kehilangan dirinya kehilangan senyum dan tidak mau menyapaku sama sekali. Bahkan di malam hari dia tidur di sofa ruang tv. Tak ada ardu argumen sejak aku menegaskan kebencianku padanya dan istrinya, juga tentang bocah tidak bersalah yang diberi nama Aisyah. Tidak masalah mereka bersama tapi sebagai istri pertama aku tidak bisa menerima kenyataan yang ada. Mau dipaksa bagaimanapun tetap aku tidak mampu menghadapi kenyataan itu. * Sepuluh hari setelah kepulanganku dari Singapura, keadaanku mulai membaik. Aku sudah bisa melakukan tugas-tugasku sendirian membersihkan rumah serta mencuci pakaianku di mesin cuci. Jadi aku putuskan untuk mengembalikan Ningsih ke kantor

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD