Mentari pagi menyimbolkan sinar keemasan, mbok kehangatan namun itu tak cukup menyentuh hatiku. Perasaan sedih dan cemburu masih menyergap jiwa, menguasai perasaan dan sebagian pikiranku. Aku sedikit kesulitan dalam memanajemen perasaan cemburu karena aku tidak pernah menyiapkan diriku dalam situasi poligami ini. Dan beginilah aku, terpuruk sendirian dan sering sekali menangis Ting Ting Ponselku berdenting dari sebuah nomor yang tidak kukenali, aku menimbang-nimbang untuk tidak mengangkatnya tapi kupikir itu mungkin dari kantorku jadi aku segera menggeser tombol hijau "Halo selamat pagi." "Selamat pagi Mbak assalamualaikum."gemetar suara wanita di seberang sana membawa pikiranku pada keyakinan bahwa itu pasti adalah istrinya Mas Husein. Tapi dari manakah dia mendapatkan nomor ponselk

