23

1022 Words

Kucoba mengumpulkan kesadaran, kelopak mata ini terasa berat untuk dibuka dan saat kubuka bayangan memburam antara cahaya yang baru menyorotku dan sensasi sakit di kepala membuatku tak tahan. "Alia kamu baik-baik aja?"aku seperti mendengar suara bosku tapi rasanya tak kuasa untuk segera membuka mata, selain terkulai sambil menghela nafas "Kamu sakit ya, kalau sakit nggak usah datang ke kantor kamu bisa kerjain semuanya dari rumah."dia yang ada di sebelah kananku terus mengoceh sementara telinga ini berdenging tidak karuan membayangkan foto suamiku dan Rania siang tadi. "Maafkan karena saya merepotkan?" "Bukan masalah itu. Aku tidak mau ada karyawan yang tersiksa di kantor sendiri. Apalagi sampai sekarat. Tadi asisten menemukan beberapa obat di tasmu, Apa kau mengidap penyakit?" "Iya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD