24

1015 Words

Aku yang tadinya ingin menghabiskan waktu untuk istirahat dan menenangkan diri terpaksa harus marah lagi, aku emosi dan tidak bisa menahan diri lagi untuk menjawab perkataan suamiku yang kasar. "Aku tidak pernah melibatkan sahabatku dan aku tidak ingin dikasihani olehmu. Jika kau ingin menelponku itu karena kehendak hatimu dan kesukarelaanmu bukan karena kau terpaksa!" "Apa bedanya?" tanya lelaki itu sambil mendengkus! "Apa aku terlihat sangat menyedihkan dan pantas mengemis kasih sayang darimu? Kurasa tidak Mas! Lagi pula kau telah lama membagi cintamu dariku untuk apa aku meminta perhatian lagi!" "Ah terserah kau saja! Yang pasti aku tidak mau diganggu olehmu!" "Kalau begitu baiklah! Aku hanya memberitahu kalau besok aku akan mulai ambil darah dan cek lab untuk proses operasiku! A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD