Pedih rasanya hati saat diperlakukan seperti orang asing oleh orang yang paling mencintaimu. Sosok favorit yang selalu jadi panutan hidup dan alasan semangatmu selama ini, kini jadi pelajaran paling berharga, bahwa kau seharusnya tidak mengandalkan siapapun dalam hidup. Memandangi wajahku di pantulan cermin, kusadari aku semakin buruk rupa. Kesehatan dan kecantikanku berubah jadi mengerikan. Aku yang dulunya energik sehat jiwa raga, menarik sejarah penampilan dan karir, harus terhenti karena permintaan suami yang ingin aku fokus di rumah. Kupikir aku akan jadi istri yang menikmati hidup tapi tumor yang menggerogoti rahimku membuatku tak bisa berbuat banyak. "Aku menyesal tidak menyadari keadaan ini sejak awal, harusnya aku segera memeriksakan diri saat menstruasiku tidak normal cenderun

