Que Sera Sera

1115 Words

Saat melihat wajahku yang tegang, Paman Robert menjauhkan wajahnya dariku dan berteriak, “Bercanda! Bercanda, keponakanku! Kau terlalu serius!” Lalu ia tertawa. Tatapan matanya kini beralih ke Hermis, dan aku merasa bahwa Paman Robert tertarik padanya. Hermis segera bangkit dari duduknya dan menyapanya. “Siapa namamu tadi?” tanya Paman Robert. Hermis menyebutkan namanya dengan sedikit terbata. “Aku dengar kau seorang kurator. Ada banyak barang seni di sini. Apa kau bisa menilai mereka?” Paman Robert membawa Hermis berkeliling, memperlakukannya layaknya rekan yang setara. Namun hatiku dipenuhi rasa cemas. Bayangan buruk mencekamku, dan aku tak tahan lagi. Beberapa pelayan membawakan gelas berisi sampanye, dan aku meneguknya hingga tandas. “Kau tak apa-apa, Bu?” Pelayan itu tampak kha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD