harus memilih 4

1406 Words
Laksono membuka amplop yang diberikan oleh orang kepercayaannya. amplop tersebut berisi foto - foto yang dimintanya sejak sebulan yang lalu. ternyata dugaannya memang benar. Monalita berhubungan dengan pria lain. pria bernama lengkap Abhiyaksa puja kesuma yang merupakan mantan suaminya. jadi ini alasannya pindah ke kota ini. Laksono percaya saja saat Mona meminta izin padanya untuk pindah kerja dengan alasan ingin mencari suasana baru. ingin sedikit berjarak dengan Laksono demi kebaikan mereka berdua. sama seperti dirinya, Mona juga tidak ingin orang - orang sampai tahu hubungan terlarang mereka. Di awal - awal Mona sering meminta Laksono menceraikan istrinya. tentu saja di tolak oleh Laksono. tidak mungkin Laksono berani menceraikan istrinya. selama ini ia hidup dari harta keluarga istrinya. orang lain mungkin tahunya ia salah satu pewaris keluarga Hadinata. kenyataannya semua harta Hadinata yang jadi bagiannya sudah habis sejak lama. Laksono tidak mampu mengelola warisannya dengan baik belum lagi ditambah dengan gaya hidupnya yang hedon dan jetset. beruntung seorang Devina julia mau menjadikannya sebagai seorang pendamping hidup. janda kaya raya itu begitu terpesona pada Laksono muda saat pertemuan pertama mereka. jarak usia mereka yang nyaris sepuluh tahun tidak menghalangi niat mereka untuk menikah. Laksono yang pada dasarnya memang b******n tidak puas dengan Devina seorang. Devina bukannya tidak tahu dengan kelakuan Laksono di luaran. dia hanya terlalu lelah untuk bertengkar. di usia tuanya Devina memilih menyibukkan diri dengan bermain bersama kedua cucu dari anak hasil pernikahannya dengan almarhum suaminya. Devina dan Laksono tidak memiliki anak. Laksono merasa kecolongan sekarang. Mona masih menggunakan semua fasilitas darinya sedangkan Mona sudah menjalin hubungan dengan pria lain. Laksono merasa dipermainkan. entah siapa sebenarnya yang sedang diselingkuhi. Laksono atau Abhi. Laksono merasa Mona menyelingkuhinya karena selama ini Mona adalah kekasihnya. tapi laki - laki itu adalah suami Mona sendiri. Laksono tidak akan tinggal diam. berani main - main dengan seorang Laksono harus berani menerima resikonya. Mona masuk kedalam apartemennya dengan tergesa - gesa. Laksono memintanya untuk segera datang. suasana didalam gelap gulita. syukurlah Laksono belum datang berarti Mona tidak terlambat. Laki - Laki tua itu tidak sabaran sering membuat Mona jengkel namun terpaksa menyimpannya dalam hati. Mona berhutang budi sangat banyak pada Laksono. saat pertama merantau ketika sudah diterima bekerja Mona fikir semuanya akan baik - baik saja. Mona terlalu percaya diri dengan statusnya sebagai wanita karir. mengawali karir sebagai asisten editor disebuah majalah mode terkemuka tidak menjamin gajinya langsung besar. tiga bulan melewati masa percobaan saja hidupnya sudah mulai morat marit. Lulus dari masa percobaan Mona bisa lebih settle dengan masalah financialnya. tapi cuma bertahan sebentar saja. bekerja di majalah mode memaksa Mona mengikuti semua trend fashion terbaru. persaingan antar karyawan juga sangat tinggi. gajinya tidak lagi cukup untuk menunjang gaya hidupnya. tidak sedikit teman kantornya yang memiliki sugar daddy. seiring waktu berjalan Mona pun terperosok ke lubang yang sama. tidak tanggung - tanggung, orang yang mampu ia gaet adalah salah satu petinggi ditempatnya bekerja. tahu kalau istri bosnya sudah tua Mona sesumbar akan mampu menyingkirkannya. mimpi menjadi kaya raya sudah didepan mata. mimpi tinggal mimpi, waktunya terbuang sia - sia. Laksono tidak mau menceraikan istrinya. sialnya lagi alasan Laksono tidak mau menceraikan sang istri karena tidak mau jatuh miskin. karena semua harta milik istrinya. tahu begitu tidak mungkin Mona mau menjadi simpanan Laksono. Mona pasti mencari pria lain yang kaya karena usahanya sendiri. Mona teringat kembali dengan Abhiyaksa. dari kabar yang ia dengar usaha yang dirintis oleh Abhi sudah berkembang pesat. perusahaan Abhi sering memenangkan lelang proyek pemerintah maupun swasta. sayang Abhi sudah menikah lagi. Mona jadi berfikir dua kali untuk mendekatinya. Mona yang awalnya sempat meragu untuk mendekati Abhi terpaksa menjadi nekat karena adanya ancaman dari orang suruhan Devina. Devina lewat orang suruhannya menyuruh Mona segera pergi menjauh dari Laksono tanpa pernah menyinggung namanya. ancaman Devina sangat mengerikan bagi Mona. dunianya jadi sempit karena merasa selalu dimata - matai. ingin jujur pada Laksono agar melepaskannya juga tidak bisa. Mona berencana terus membohongi Laksono sampai ia mendapatkan kepercayaan penuh dari Abhi sehingga ia bisa mempunyai kekuatan untuk menghadapi Laksono nantinya. pindah ke cabang perusahaan yang memakai nama Laksono sebagai penanggung jawabnya. Mona akan mencari cara untuk menjerat Laksono agar baik Laksono dan Devina bisa ia kalahkan sekaligus. " baru pulang ? " suara Laksono terdengar dalam kegelapan. Mona terperanjat kaget. samar terlihat sosok Laksono yang sedang duduk diam di sudut sofa. " sayang kok gelap - gelapan, aku nyalain lampunya ya " " tidak usah " jawab Laksono dingin. Ia terlihat bangkit dari duduknya. Mona menangkap gelagat tak biasa dari Laksono. " sayang mau minum apa? biar aku ambilin " " Kesini kamu !" bentak Laksono marah. Mona maju perlahan. " cepatan b******k! " umpatnya. Mona tahu Laksono sangat marah padanya. biasanya akan reda saat Mona merayunya dengan cumbuan. Dengan memberanikan diri Mona memeluk tubuh Laksono. menyatukan bibir mereka. tangan Laksono mulai naik kepunggung Mona. satu senyuman terbit dibibir Mona. merasa Laksono menerima ciumannya, Mona semakin berani mencumbunya. Tangan Laksono terus naik sampai ke tengkuk Mona. secepat yang ia bisa lakukan Laksono menarik rambut Mona kuat dam memutarnya keras sampai tubuh Mona berputar membelakanginya. " Aww..." pekik Mona kesakitan." sayang lepasin ... sakit " rintihnya tersendat. Mendengar rintihan Mona Laksono justru memperkuat tarikan tangannya. " dasar pela***r! " desisnya tajam. " kumohon lepasin.." Mata Mona sudah berair menahan sakit. Laksono bergeming. seolah rintihan Mona cuma angin lalu. Mona berusaha melepaskan jambakan Laksono dirambutnya dengan menarik tangan Laksono . usahanya tidak berhasil karena tangannya dicekal dengan kuat oleh Laksono dengan satu tangan saja. " kamu fikir kamu bisa mempermainkan aku , ha?! " Mona diam tak menjawab. " jawab! kamu punya mulutkan?! " sergahnya. " sekali lon*e tetap lon*e! pasti akan selalu mencari batang yang lain" Mona menggeleng lemah. antara kesakitan dan tenaganya yang mulai melemah. Laksono terbahak melihat Mona yang mengenaskan. puas menjambak rambut Mona, Laksono segera mendorong tubuh Mona dengan keras ke dinding. teriakan kesakitan Mona semakin menjadi saat tubuhnya membentur dinding dengan keras. tubuhnya terasa remuk. " ini baru peringatan awal saja, kalau sampai kamu masih bermain dibelakangku... kamu akan mendapatkan siksaan yang lebih pedih dan yang tidak akan pernah kamu bayangkan! " Laksono meninggalkan Mona yang bergelung di lantai. tangisan pilu Mona mengiringi langkah Laksono yang semakin menjauh. *** Bik Asih menyambut kepulangan Abhi dari kantor dengan muka mengantuk. sudah hampir pukul sepuluh malam. biasanya jam segitu bik Asih sudah masuk kamar untuk rebahan sambil menonton televisi yang sengaja disediakan oleh Laras disana. kali ini bik Asih tidak bisa segera tidur sebelum Abhi pulang. Abhi pulang dengan penampilan berantakan. tidak seperti baru pulang kerja kantoran. tidak hanya bajunya saja yang kusut, mukanya jauh lebih kusut. Bosnya belum ada yang pulang satupun, Bik Asih jadi tidak bisa tidur. " belum tidur bik? " sapa Abhi " belum pak, ibu belum pulang " " Laras? " Bik Asih menggeleng " Bu Mona belum pulang. biasanya jam segini dia sudah pulang" " Oh " kenapa cuma oh saja. " anu pak, barangkali ibu sudah menelfon bapak mengabari kalau dia terlambat " Abhi menggeleng ragu sambil merogoh saku celananya untuk mengeluarkan hp nya. memeriksa notifiksi yang masuk. tidak ada satupun panggilan atau pesan dari Mona. " tidak ada bik " jawabnya singkat. Abhi berjalan menuju kamar Laras yang sekarang sering ia tempati jadi urung masuk karena Melihat bik Asih yang masih berdiri, Abhi menyuruhnya masuk kamar saja. " bibik masuk saja. tidak usah menunggu Mona pulang " bik Asih mengangguk " baik pak, permisi" Bik Asih jadi heran sendiri melihat Abhi yang seakan tidak peduli dengan Mona yang belum pulang . masak istri sendiri belum pulang dibiarkan saja. percuma punya istri dua kalau satupun tidak ada dirumah saat dia pulang kerja. Sampai di dalam kamar Abhi langsung merebahkan tubuhnya diranjang. tidak ganti baju apalagi mandi. tidak hanya raganya yang lelah tapi jiwanya juga. bayangan Laras yang sedang marah dan mengancamnya terus membekas diingatannya. Laras pasti sangat terluka sampai mengeluarkan ancaman seperti itu. kilatan Amarah dan kesedihan terpancar dimatanya. Abhi bukannya tidak mau memberikan gedung itu pada Laras, yang Abhi tidak mau alasan yang membuatnya terpaksa menyerahkan gedung tersebut : PERCERAIAN! Abhi tahu rasanya ditinggalkan. sakit sekali. Abhi tidak mau lagi merasakan perasaan yang sama untuk kedua kalinya meski dari wanita yang berbeda. Abhi mungkin masih ingat dengan jelas rasanya ditinggalkan saat sedang sayang - sayangnya. tapi Abhi mungkin tidak tahu rasanya diduakan. sakitnya menghancurkan rasa kepercayaan. rasa percaya pada pasangan dan pada diri sendiri. merasa gagal menjadi orang yang pantas untuk dicintai dan dipertahankan. rasa itu yang tengah dirasakan oleh Laras sekarang. TBC
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD