Ketika Laras memasuki halaman rumahnya, dia melihat mobil Ryan sudah ada di situ. Di teras, Ryan sedang duduk di kursi sambil memainkan jari-jemarinya pada telpon genggam. Masih memakai setelan jas lengkap warna biru tua, pulang dari kantor dia memang langsung datang kemari. Ryan mendongakkan kepalanya saat mendengar suara motor Laras. “Sejak kapan kamu menungguku di sini?” tanya Laras, setelah menambatkan motor dan melepas helm. “Belum lama, baru sekitar lima belas menit,” jawab Ryan sambil memasukkan telpon genggamnya ke kantong jasnya. “Siapa yang mengirim bunga tadi? Apa kamu sudah tahu pengirimnya?” Ryan menoleh pada Laras yang baru saja duduk di kursi sebelahnya. “Apa kamu datang

