“Waaahh... Bunga mawar banyak sekali,” kata Laras terpukau saat menghentikan motornya tidak tepat di depan warungnya karena ada banyak buket-buket bunga mawar potong memenuhi halaman warungnya. Dia memarkir motornya di samping warung. Setelah itu dia langsung berlarian tergopoh-gopoh ke depan warungnya lagi, ”Sungguh ini indah sekali. Ya Tuhan, siapakah orang yang murah hati mau menghabiskan duit dan mengirim mawar sebanyak ini untukku?” tanyanya dengan hati tak kalah berbunga-bunga. Ada mawar merah, putih, merah muda, Laras jadi gemas sekali. Dia menyentuh mawar-mawar itu dengan ujung jemarinya. Kemudian dia berjongkok dan menciumi mawar-mawar itu. Diangkatnya satu buket mawar merah lalu dia peluk dan dia ciumi lagi sambil berdiri.

