16. Pura-pura

1796 Words

Tadi belum jam empat Laras memutuskan untuk menutup warung baksonya. Badannya sudah tidak sanggup lagi melayani pembeli. Rasanya sangat lelah sekali. Dia dan Ryan sejak datang hingga akan tutup tadi selalu saja kedatangan pembeli. Mulai dari rombongan satu bus anak sekolah tadi hingga yang terakhir beberapa ibu-ibu arisan. Ryan tetap tidak mau pulang lebih dulu. Dia tetap setia menemani Laras berjualan. Bahkan Ryan sampai mematikan handphone, supaya tak mendengar panggilan dari Alena, yang tak mau berhenti. Kini Ryan telah membawanya meluncur di jalanan. Tapi tiba-tiba dia membelokkan mobilnya memasuki sebuah halaman restoran mewah, ”Turunlah, ayo kita makan dulu,” ajak Ryan sambil melepas sabuk pengamannya. “Tidak mau, aku tidak lapar,” jawab Laras dengan muka cemberut. “Tapi aku lap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD