Banyak pengunjung pesta yang penasaran dan mengerumuni Tara yang terkulai lemas di lantai. “Kenapa dia... Ada apa dengannya... Kenapa tiba-tiba pingsan... Sepertinya dia masih mencintai Ryan.... “ “Iya, sepertinya begitu.” Begitulah pertanyaan dan pernyataan bersahutan silih berganti ketika melihat Tara jatuh pingsan. Safira segera merengkuhnya. “Tara... Tara... Bangunlah, Tara,” panggil Safira sambil menepuk-nepuk kedua pipi Tara, silih berganti. Seorang pramusaji memberinya air putih. Safira lalu memercikkannya ke muka Tara. Dan tak lama kemudian dia tersadar. “Syukurlah dia sudah sadar,” ucap Safira merasa tenang. Namun Tara terlihat sangat lemah. “Tolong bantu saya membawanya keluar dari pesta ini.” Mohon Safira dengan wajah panik. “Iya, Nyonya. Saya sudah memanggil tim medis kam

