Awan kembali melajukan motornya dengan kecepatan tinggi membawa amarah yang bersarang di kepalanya. Mengapa ia sama sekali tidak bisa menghilangkan Senja dari pikirannya? Awan merontoki kebodohannya telah membentak Senja, gadis keras kepala itu berhasil membuat Awan merasa bersalah malam ini, Awan butuh pelapisan saat ini, Awan tau harus kemana ia sekarang. Awan kembali menaikan laju motornya, selang lima menit Awan telah sampai di markas Araster, Awan masuk ke dalam markas dengan tatapan penuh amarah, ia lalu menuju samsak yang memang sengaja pasang di markas untuk sekedar latihan, tapi kali ini samsak itu akan menjadi korban emosinya. Jiwa Awan telah diselimuti sisi gelapnya, Awan memukul dan menendang samsak itu tanpa henti, bahkan tangannya telah memerah, sedangkan Raga, Gala, Brian

