Wataru menekan bel rumah Keluarga Fujihara beberapa kali, tapi tak kunjung juga ada penghuni rumah yang membukakan pintu sejak kurang lebih lima menit lalu. "Ke mana orang-orang rumah ini?" gumam Wataru pada diri sendiri seraya menyentuh dagu, hatinya mulai menjadi tak sabaran. Ia pun meraih tablet dari dalam totebag dan membuka beberapa file. "Apa aku salah rumah?" Wataru membalikkan tubuhnya. Kening ditautkan. Gambaran rumah itu dengan yang di foto terlihat sama: dari bentuk pagar, taman, penampilan luar rumah, bahkan bentuk bangunan. Tipe rumah di lingkungkan itu memang hampir sama semua, tapi hanya rumah keluarga Fujiharalah yang paling terlihat kecil dan sempit. Wataru mendecakkan lidak kesal. Kakinya melangkah cepat menuju depan pagar dan membaca nama keluarga di sana untuk ke

