Selama beberapa saat Wataru harus menghadapi para ibu-ibu yang sibuk bergosip dan sangat heboh dengan acara makan-makan itu. Ketika hampir tiba waktu makan malam, mereka satu per satu akhirnya berniat untuk pamit dengan wajah tidak rela. "Sayang sekali kita harus pulang, ya?" ucap Saeko si rambut kribo, memegang pipinya yang bulat, mata kehilangan semangat. "Kalian ini, jangan bilang hal yang bikin hati sedih begitu. Bagaimanapun hari ini mata kita sudah disuguhi pemandangan indah, bukan? Ohohoho!" tawa Rea si pemilik rumah, punggung tangan menutupi mulut. Para ibu-ibu itu sibuk bercakap-cakap satu sama lain memuji fisik wataru, dan ini membuat pria muda yang satu-satunya di ruangana itu menjadi gelap. Duduk di kursi tamu dengan kedua bahu melemas. Dia memang mendapat informasi menge
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


