Penelepon Gelap

1660 Words

Penelepon Gelap KRIIIIIING! Meli tengah rebahan di atas pembaringan di kamarnya. Pukul empat sore. Ia tak tidur. Namun semenjak pulang sekolah, usai makan siang, ia mengurung diri di kamar. Hanya rebahan dan melamun. Membayangkan hari-hari yang telah dilewatinya bersama Bima. Membayangkan segala hal yang berhubungan dengan kekasihnya, membuat hatinya bahagia. Kriiiiiiiiiing! Dering telepon terdengar lagi. Kali ini lebih lama dari yang pertama. Meli mendengarnya. Namun, telinganya pura-pura tak mendengar. Tubuhnya yang semula telentang, berbalik menghadap dinding kamar. Lalu, dering telepon itu terdengar lagi untuk ketiga kalinya dan jauh lebih lama. Ia sedikit menggerutu dan agak kesal pada asisten rumah tangganya yang tak juga mau mengangkatnya. Sedang apakah dia? Sesibuk apakah dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD