102 - Jagoan

1171 Words

Dari luar kaca, dua keluarga sudah melihat anggota baru mereka yang sedang tertidur pulas. Bayi mungil yang tampak damai berada di tabung inkubator itu membuat tangis haru mereka yang melihatnya. Terlalu menggemaskan. “Lucu sekali.” Gumam Bagas. Dia yang terkenal tegas, terkenal cuek dan keras, bisa melunak hanya dengan melihat bayi mungil yang tertidur dengan damainya. Dari dulu Bagas memang mengharapkan seorang cucu. Siapa sangka cucunya adalah jagoan yang sangat ia idamkan. Rasanya jika Tuhan mau mengambil nyawa Bagas besok, ia ikhlas. Tapi memang manusia itu suka melunjak. Bagas ingin berumur panjang dan bermain dengan cucunya serta menyaksikan cucunya tumbuh dewasa. Tak terasa, air mata Bagas menetes saking terharunya. Sialnya hal itu ketahuan putranya Gama. Entah harus ikut ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD