91 - Hangat

1678 Words

Untung saja Bagas masih bisa reservasi restoran secara mendadak. Manager restoran sudah hapal dan kenal dengan Bagas Pranadipta. Itu kenapa mereka tanpa babibu langsung menyiapkan tempat reservasi secepat mungkin. Sekarang, mereka sudah duduk di tempat yang sudah Bagas pesan. Restoran bintang lima yang menjadi tempat kalangan atas melakukan pertemuan dan makan. “Ibu hamil jangan pesan makanan mentah, dan makanan pedas, ya.” Ujar Bagas memperingatkan. “Iya, Kek.” Ujar Luna. Kembali ia membuka buku menu untuk memesan makanan. Gama mendekati Luna, mengintip buku menu yang sedang Luna buka. “Mau pesen apa, Sayang?” tanya Gama. “Luna bingung mau pesan apa, Mas.” “Kamu bisa pesan health food. Atau bisa pesan makanan yang biasa kamu pesan.” Luna membuang napas, “Entah kenapa Luna jadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD