74 - Nasib Sial

887 Words

Saat jam istirahat, Luna yang makan di ruang kerja Gama tak berhenti mengotak atik ponselnya karena sedang bertukar pesan dengan Alea. Alea sedang ada di lokasi pembangunan, ia akan ke kantor jika ada rapat penting. Kesibukan Luna benar benar membuat Gama terganggu. “Luna kalo makan HP nya taroh.” Peringat Gama seraya mengunyah makanannya. “Bentar, Mas. Nanggung.” “Lagi ngapain sih?” “Chatting sama Kak Alea.” “Ngapain?” “Huh? Enggak, pengen shopping bareng aja. Soalnya ada tas keluaran baru. Luna pengen beli.” “Kamu tas ditumpuk terus. Perasaan baru beberapa minggu yang lalu kamu beli tas, masa beli lagi? Dan yang saya herankan, sejak kapan kamu sama Ibu Alea seakrab itu? Kayaknya dulu nggak akrab akrab banget, malah kamu bilang terang terangan gak suka sama dia. Kok berubah sih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD