75 - Nasib Sial II

1345 Words

Luna melirik kesal ke arah Camelia. Ia melipat tangannya di d**a seraya menatap tajam wanita itu angkuh. Sama sekali tidak ada rasa takut, yang ada Luna ingin segera mencakar wajah Camelia saat ini juga. Alea yang sadar akan kehadiran perempuan itu langsung mendekat ke arah Luna. “Ada apa, Lun?” tanya Alea. Padahal ia sudah tahu. “Ada bibit pelakor, Kak.” Ujar Luna mengejek. “Jahat mulut kamu ya anak kecil.” Tunjuk Camelia kepada Luna. Luna memutar bola matanya muak. Gadis itu mengambil tas yang tadi ditaksirnya. Tas yang dipajang di deretan new arrival. Memang dasarnya Camelia ingin cari gara gara dengan Luna. Wanita itu malah menahan tas yang Luna ambil. Mata Luna melirik tajam tangan Camelia yang menahan tas yang ditaksirnya juga. Siapa bilang Camelia boleh menahan tas itu?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD