“Let’s make a baby.” Ujar Luna. Baru saja Gama dan Luna berciuman, ponsel Gama yang berada di atas meja kerjanya berdering sangat nyaring. Awalnya Gama maupun Luna tidak mempedulikan dering itu. Tapi karena berkali kali ponsel Gama berdering, terpaksa ia harus melepas ciumannya dengan Luna. “Wait a minute.” Luna berdecak, akhirnya ia harus menunggu Gama mengangkat ponselnya. Gama mengernyitkan dahinya bingung. Nomor asing meneleponnya. Awalnya Gama ragu mau mengangkatnya atau tidak, tapi akhirnya ia mengangkat telepon tersebut. “Halo.” “Gama, tolong aku hiks. Aku kecelakaan, Gama. Aku takut. Aku nggak tahu harus minta tolong sama siapa lagi.” “Camelia?” “Iya, aku Camelia. Aku tahu kamu blokir nomor aku karena istri bocah kamu, kan? Please Gama help me. Aku takut. Aku nggak se

