Sepulang kerja, Gama ditelepon papanya. Pria itu tahu ini pasti akan terjadi. Tidak mungkin keluarga Luna tidak menceritakan apa yang terjadi. Gama siap mendapat damprat dari papanya. Sungguh ia pantas menerima semua itu. Gama gagal menjaga Luna. Setelah menimang beberapa saat mengangkat atau tidak, akhirnya Gama mengangkat telepon dari papanya. “Halo, Pa?” “Masih bisa hidup tenang kamu?! Apa yang kamu lakukan sampai Luna pulang ke rumah orang tuanya? Bikin malu papa!” bentak Papa dengan nada tinggi. “Salah Gama, Pa. Tapi Gama bisa jelasin.” Balas Gama masih dengan nada tenang. Gama benar benar tidak ada tenaga. Ia bahkan melewatkan sarapan dan makan siang. Gama tidak nafsu makan sehingga seharian ini ia tidak makan. “Papa tunggu kamu di rumah Luna. Kalian jelaskan kenapa bisa be

