"Fiuh...lagi-lagi email panggilan kerja, tetapi aku harus menuruti apa yang Papa ingin."
"Kau kenapa Anak muda? hari ini kau terlihat sangat resah." tanya Ariel yang tiba-tiba muncul dihadapan Ryu.
"Aku mendapat tawaran kerja dan ini adalah tempat yang Papa ku inginkan yaitu bekerja di sebuah perusahaan besar. Tetapi aku merasa berat karena aku akan terus bertemu dengan Nayara kekasih ku."
"Bukankah bekerja bersama pacar dalam satu perusahaan itu sangat menyenangkan, Ryu?"
"Memang menyenangkan, tetapi saat ini hubunganku dengannya sedang tidak baik."
"Oh...jadi ternyata saat ini kau sedang bertengkar dengan kekasih mu yah?"
"Aku sebenarnya sangat merindukan dia, tetapi aku takut dia masih marah terhadap ku lalu nantinya akan memutuskan hubungan kami."
"Sudah berapa lama kalian berpacaran. Aku pikir kau tidak punya pacar?"
"Sudah 3 tahun ini, kami satu kampus"
"wow, kalian sudah cukup lama berpacaran dan sekarang punya masalah. Sepertinya ini perkara yang rumit."
"Pertengkaran kami belum lama terjadi. Setelah bertengkar aku mengalami kecelakaan itu dan dia tidak tau selanjutnya akan keadaan ku."
"Jadi selama ini kau tidak mengabarinya? Aku rasa dia akan mengira kau sudah memutuskan hubungan duluan."
"Kau mungkin saja benar Ariel. Aku rasa begitu."
"Ryu. Saran ku sebelum terlambat kau harus menemui kekasih mu dan meminta maaf lalu katakan semua yang terjadi kepada mu selama ini. Apapun hasilnya setidaknya kalian tidak bermusuhan."
"Aku takut dia akan semakin membenciku Ariel."
"Aku yakin dia akan memaafkan mu. Walau nanti akhirnya dia tidak akan lagi menjadi kekasih mu."
"Aku rasa kau benar. Baiklah besok aku harus menemuinya pagi hari. sekalian aku berangkat untuk interview."
"Ini baru Ryu yang aku kenal. Masa kamu kalah semangat dengan aku yang sudah setengah tua ini?!"
Mendengar gurauan dari Ariel mereka pun tertawa. Ariel sudah merasa dekat dengan Ryu dan sudah menganggapnya sebagai teman bukan sebagai tuan yang harus dia jaga dan lingdungi.
Saat mereka sedang asik bercengkrama. Ada satu roh yang sedang memperhatikan mereka dari kejauhan. Roh tersebut berwujud seorang wanita cantik dengan memakai pakaian seorang pramugari.
"Jadi pria ini yang bisa membantuku. Aku akan mencoba menemuinya besok. Saat ini aku tidak bisa menemuinya sebab ada seorang prajurit dunia bawah yang bersamanya sejak tadi." bisik Roh wanita itu.
Roh wanita itu lalu menghilang dan meninggalkan Ryu serta Ariel entah apa rencana wanita itu yang ingin menemui Ryu dan mengapa dia takut akan keberadaan Ariel di sisi Ryu?.
Keesokan paginya.
Roh wanita itu telah berada di kamar Ryu dan menunggu Ryu selesai memakai pakaiannya.
"Kalau bukan karena dia seorang pria, aku pasti sudah menerobos masuk ke ruang ganti pakaiannya." gerutu wanita itu yang sejak tadi menunggu Ryu yang sedang berpakaian.
"Pensil, pulpen, penghapus,dan laptop. Aku rasa semua perlengkapan ku sudah aku bawa. Apalagi yang kurang yah?" pikir Ryu sambil melihat adakah keperluannya yang tertinggal.
"Kaca mata mu tuan!" celetuk roh wanita itu sambil menyodorkan kaca mata milik Ryu.
"hei...! Siapa kau? Kenapa kau ada dikamar ku?" tanya Ryu yang sempat terkejut akan keberadaan roh wanita tersebut.
"Maaf tuan Ryu. Anda pasti tau saya siapa dan anda pasti paham apa keperluan saya bertemu dengan tuan saat ini?!"
"Oke. Aku tau kamu adalah Roh tetapi saat ini aku tidak bisa membantumu. Pagi ini aku harus menemui seseorang dan interview kerja. Jadi saat ini aku tidak ada waktu untuk mu nona." jelas Ryu kepada wanita itu.
"Aku tau tuan Ryu saat ini ada kepentingan lain. Jadi aku bisa menemui tuan kapan lagi? Waktu untuk aku di alam ini tinggal 2 hari ini saja." isak wanita itu yang memohon sambil menangis.
"Baiklah kau ceritakan masalah mu yang harus aku bantu! Tetapi aku akan membantu mu bila urusan ku saat ini sudah selesai. Sebab ini menyangkut masa depan ku juga."
"Trimaksih tuan. Begini aku baru seminggu meninggal dunia karena kecelakaan pesawat di luar negeri, aku ingin mengatakan kepada kekasih ku kalau aku juga mencintainya."
"Jadi...aku harus berbuat apa untuk kekasih mu itu?"
"Sebelum aku melakukan penerbangan Andri mengatakan kepada ku kalau dia mencintai ku dan ingin menjadi kekasih ku. Tetapi aku belum memberikan jawabannya, aku berjanji akan menjawabnya setelah tiba di bandara lain saat transit pesawat. Namun nasib berkata lain sebelum sampai bandara tujuan pesawat itu terjatuh dan menewaskan banyak penumpang termasuk diriku."
"Aku paham sekarang. Berarti kau tidak akan bisa masuk ke dunia keabadian bila keinginan hati mu terakhir kalinya belum terwujud?"
"Tuan benar. Aku hanya ingin menyampaikan isi hati ku kepada kekasih ku tuan. Sebab Andri juga menunggu jawaban itu. Aku melihatnya selalu memandangi foto ku dengan sedih dan selalu bertanya apakah aku mencintainya dan menerima dirinya."
"Oke. Aku akan memikirkan caranya agar kau dapat mengungkapkan isi hati mu kepadanya. Tetapi saat ini ijinkan aku menyelesaikan urusan ku dulu. Ini juga menyangkut urusan hati."
"Maaf aku sudah merepotkan tuan Ryu. Aku doakan semoga urusan tuan Ryu dapat terselesaikan."
"Terimakasih atas doa mu. aku akan mencoba membantu mu nanti."
Ryu lalu bergegas berangkat menuju kantor tempatnya untuk melakukan interview kerja. Namun sebelumnya dia mengarahkan laju motornya ke tempat Nayara tinggal.
Ryu ternyata tepat waktu. Nayara baru saja akan pergi berangkat bekerja.
"Ryu...?"
"hai...Nay, apa khabar mu?"
"Aku baik. Kamu selama ini kemana saja? Apakah kamu benar-benar marah kepadaku atas pertengkaran kita waktu itu?" wajah Nay terlihat kesal tetapi ada kerinduan dimatanya.
Ryu lalu turun dari motornya, "Aku tidak pernah marah kepada mu, Nay. Apalagi menyangkut pertengkaran kita.saat itu." jawab Ryu atas pertanyaan Nayara.
"Lalu mengapa kau tidak pernah menemui ku lagi setelahnya. Aku khawatir Ryu. Aku merasakan seperti ada sesuatu yang sedang terjadi kepada mu. Karena kamu tidak ada khabar?!"
Ryu meraih tangan Nayara dan mengenggamnya erat, "Maafkan aku Nay. Banyak sekali yang terjadi kepada ku setelah pertengkaran itu", jelas Ryu kepada kekasihnya ini.
"Iya. tetapi apa yang terjadi dengan kamu? Cepat katakan kepada ku!"
"Aku mengalami kecelakaan dan hampir saja tiada dari muka bumi ini."
Nayara membelalakkan matanya karena terkejut. Seketika Nayara memeluk Ryu sambil menangis.
"Maafkan aku Ryu. Karena keegoisan ku kita akhirnya bertengkar dan menyebabkan kamu kecelakaan."
"Sudahlah Nay. Kamu jangan merasa bersalah. Ini bukan salah kamu kok"
"sekali lagi aku minta maaf. Sejujurnya aku tidak ingin kehilangan kamu Ryu. Aku mencintai mu."
"Aku pun sama Nay. Aku mencintaimu dan aku tidak ingin berpisah dari mu. Untuk itu aku menemui mu ingin memastikan apakah kau sudah memaafkan ku?"
"Aku tidak akan bisa membenci mu Ryu."
Nayara dan Ryu akhirnya berbaikan namun Nayara bingung ketika melihat penampilan kekasihnya ini yang berbeda dari biasanya.
"Kamu rapih sekali. Tidak biasanya kamu serapih ini?"
Ryu tersenyum manja, "Aku akan melakukan interview di perusahaan tempat kamu bekerja siang ini." jawabnya.
"Benarkah! Kamu akan melakukan interview disana. Mudah-mudahan kamu segera di terima. Agar kita selalu bersama-sama ya!"
"Kamu doakan saja Nay. Aku pun berharap bisa terus bersama dengan kamu"
Mereka berdua tersipu malu. Lalu Ryu menarik tangan Nayara dan menyuruhnya segera menaiki motornya. Ryu pun segera bergegas melajukan motornya menuju tempat tujuan mereka berdua.
To be countinue.