Hari sudah semakin senja, Ryu memasukkan motornya kedalam garasi rumahnya.
Lagi-lagi Ryu dikejutkan oleh wanita yang berpakaian pramugari itu.
"Sejak kapan kau ada dikamarku ini?" tanya Ryu kepada roh pramugari itu.
"Sejak tadi siang tuan. Aku menanti tuan Ryu kembali." jawab roh wanita itu dengan senyum.
"Sejak tadi siang? Memangnya kau tidak memiliki pekerjaan lainnya, apa?"
"Roh bingung seperti ku, tidak akan bisa melakukan hal apapun selain tujuannya."
"Baiklah...baiklah, karena hati ku hari ini sedang senang. Aku akan membantu mu"
"Benarkah? Terimakasih tuan Ryu, setelah masalah ku selesai maka aku akan dapat kembali dengan tenang."
"Sudah, berikan alamat kekasih mu itu dan Catat di buku ini. Aku akan berusaha untuk membantu mu. Ingat, kau harus kembali ke tempat mu yang sesungguhnya bila aku sudah membantu mu."
"Aku berjanji tuan, sebuah Roh tidak akan pernah ingkar."
Roh gadis itu pun pergi meninggalkan Ryu. Namun betapa terkejutnya Ryu saat membaca alamat yang di tuliskan roh pramugari itu.
'Ini bukankah alamat dari dosen di kampusku dulu, rumah pak Andriansya seingat ku pak Andri saat itu sudah mau menikah. namun calon istrinya tertabrak sepeda dan meninggal dunia seketika. Tetapi itu kejadian dua tahun lalu. Berarti kasus si pramugari ini adalah kekasihnya pak Andri yang ke dua. Kasihan sekali pak Andri. Selalu saja kehilangan seorang kekasih dengan cara seperti ini' Ryu belum mengerti benar akan masalah yang di hadapi pak Andriansya, namun Ryu harus menepati janjinya terhadap Roh Pramugari itu.
Ryu mulai mengantuk, matanya seakan semakin lelah. Ryu mulai merebahkan tubuhnya diatas ranjang miliknya sambil memandangi foto Nay pada ponselnya.
"Selamat tidur dan mimpi indah Nay. I love you" ucap Ryu pada foto Nayara dan Ryu mulai terlelap tidur.
Saat dirinya semakin terlelap, Ryu masuk kealam mimpi. dalam mimpinya dia melihat pak Andriansya bersama seorang wanita muda. Ryu seakan mengenali wajah wanita tersebut. Dalam mimpinya Pak Andri menggoda wanita tersebut, dia membuat wanita itu terpojok dalam suatu ruangan kecil. Pak Andri mulai membelai rambut wanita itu lalu jemarinya kembali membelai pipi gadis itu dari mata sampai ke bibir mungilnya.
Gadis itu terlihat ketakutan sekali dan ingin segera lepas dari pertahanan pak Andri.
"Pak jangan lakukan ini, aku mohon!" pinta gadis itu yang hampir menangis.
"Kau menghianati ku Amora, aku sudah memberikan perhatian ku. Tetapi kau dengan mudahnya menyukai pria lain."
"Aku kan sudah mengatakan kepada bapak, aku tidak mencintai bapak. Tetapi bapak selalu saja memberikan perhatian bapak." ucap gadis itu.
"Karena aku mencintai mu Amora. Aku ingin memiliki mu. Sudah lama aku memdambakan mu secara diam-diam."
"Sudahlah! Mendengar perkataan mu itu aku semakin muak. Aku sudah katakan kalau aku tidak mencintai bapak."
"Kalau begitu, aku akan menjandikan mu milik ku." ucap pak Andri dengan tatapan mata yang tajam kepada gadis itu.
Pak Andri mulai merobek pakaian Amora dengan kasar lalu menghujaninya dengan ciuman yang penuh nafsu dari pak Adrian. Amora terus meronta, tetapi kekuatannya terbatas. Adrian mulai menyentuh bagian indah dari tubuh wanita itu, lalu meremasnya dengan kuat dan b*******h. Adrian mulai mencumbu setiap inci dari tubuh Amora yang sudah tanpak polos tanpa penutup pakaian sehelai pun. Hingga Andrian merenggut kepemilikan Amora yang paling di jaganya.
Amora terdiam mematung tanpa ekspresi sedikit pun. Sementara Adrian terus mengecup pipi Amora.
"Kau sudah jadi milik ku. Aku akan bertanggung jawab kepada mu. Amora janganlah kau membenci ku. Aku benar-benar mencintai mu." bisik pria itu pada telinga gadis itu.
Adrian kembali memakaikan pakaian baru kepada Amora. Namun Amora terus terdiam dan mematung, entah apa yang ada dipikirannya saat itu. Yang Ryu lihat hanya wajah yang nampak tertekan dan sedih.
Lalu Ryu melihat dalam mimpinya Amora sudah tidak bernyawa dengan posisi yang mengerikan dilantai.
Saat melihat kondisi Amora yang mengerikan, Ryu langsung terbangun dan sekujur tubuhnya penuh dengan keringat.
Ariel yang sejak tadi sudah berada di kamar Ryu da sedang menunggunya terbangun, Tiba-tiba terkejut saat melihat Ryu terkejut sambil terbangun dari tidurnya.
"Kau bermimpi buruk lagi?" tanya Ariel santai sambil membaca koran.
"Kapan kau datang, mengapa tidak segera membangunkan ku." ucap Ryu sambil terus mengusap keringatnya.
"Mana bisa aku langsung membangunkan mu, semua mimpi mu itu yang akan menjadi petunjuk atas setiap tugas yang diberikan kepada mu."
"Jadi kau sudah mengetahui tentang roh pramugari itu?" tanya Ryu lagi.
"Aku sudah melihatnya beberapa kali menunggu mu pulang. Aku yakin dia sedang mengalami suatu keinginan terakhir yang belum dicapainya."
"Iya kau benar. Aku pikir masalah dia itu mudah. Ternyata aku mendapatkan penglihatan yang lain yang berhubungan dengan kekasih dari roh pramugari itu."
"Masalah lain? Apakah rumit?" tanya Ariel heran.
"Aku juga belum tau pasti, yang jelas aku mengenal siapa kekasih dari roh pramugari itu. Aku juga sedikit mengetahui tetang kisah cintanya beberapa tahun lalu."
"Kalau kau mengenal pria itu baguslah, ini menjadi lebih mudah untuk mu. Ryu."
"Bukan itu yang ku pusingkan. Aku hanya bingung ada sesuatu hal yang jahat yang dilakukan pria itu. Aku merasa pria itu seolah terkena kutukan dari seorang wanita." ucap Ryu heran.
Ryu mulai merapihkan tempat tidurnya dan bergegas membersihkan diri.
"Kau bersiap hendak kemana?" tanya Ariel bingung.
"Aku mau mencari tau, kejadian beberapa tahun lalu yang dilakukan pak Adrian kepada Amora." jawab Ryu singkat.
Ryu lalu memasuki kamar mandi untuk segera membersihkan dirinya.
"Hei... Ryu, apa yang bisa aku bantu?" tanya Ariel dengan berteriak kepada Ryu yang sedang berada di kamar mandi.
"Tolong cari buku tahunan kampus ku
Letaknya di laci dekat tempat tidur ku!" pinta Ryu kepada Ariel.
Ryu sepertinya semakin mengenal Amora, ya Ryu ingat kalau Amora adalah siswi di kampusnya yang di temukan sudah tewas di dalam kamarnya.
Yang menjadi pertanyaan Ryu, siapa sebenarnya yang membunuh Amora. Apakah pak Adrian sendiri karena takut perbuatan bejatnya kepada Amora akan terbongkar? Ryu harus segera menyelidikinya.
Ryu tidak ingin satu masalah teratasi, sementara ada masalah lainnya yang perlu diselesaikan terlebih dahulu.
Ryu masih penasaran apakah benar pak Adrian sekejam itu. Sebab setahu Ryu selama menjadi siswanya. Pak Andri tidak pernah berlaku kasar dan arogan. Karena itulah Ryu masih merasa bingung akan apa yang diperbuat pak Andri. Ryu harus menanyakan semua hal ini kepada keluarga Amora. Semoga saja mereka mau menceritakan kejadian sebenarnya kepadanya. Jalan satu-satunya Ryu harus mengetahui masalalu dari pak adrian seperti apa. Barulah Ryu dapat menyimpulkan semua masalahnya.
- Bersambung-