Venus masih mengamati sekitar, mengingat jika dia hanya sendiri sedangkan Sabitha dan Edgar membawa pasukan. Huft, tahu gitu nggak kabur dari rumah. batin Venus penuh sesal. Venus melihat sekeliling, terlihat dia kalah jumlah apalagi semua musuhnya saat ini semua laki laki berbadan kekar. Kalau ada kakek, terus aku kalah sama mereka apa nggak aku di ketawain? Apalagi musuhnya cuma para preman. batin Venus lagi. Bukan malah takut atau khawatir dengan musuh musuhnya, dia malah mengkhawatirkan kakeknya yang akan mengomelinya. Edgar dan Sabitha yang melihat Venus terlihat mengabaikan mereka pun meradang. "Kenapa? Kamu udah takut kan?" ledek Edgar. Venus menunjuk dirinya sendiri, lalu tertawa keras. "Aku? Aku takut sama kalian? Nggak mungkin banget!" balas Venus. Edgar semakin geram d

