BAB 5

3018 Words
Aku tidak pernah menyangka kalau cinta itu bisa sesakit ini, lebih tepatnya ketika cinta kita tidak terbalas oleh orang yang kita cintai, itu rasanya sangat menyakitkan. Aku selalu mengharapkan orang tersebut dapat menyukaiku dan mencintaiku balik tapi aku sadar aku bukan siapa-siapa sehingga aku tidak bisa memaksanya untuk mencintaiku. Terkadang aku berusaha untuk melupakannya, tapi bayangan dan senyumannya selalu terbayang di pikiranku, meskipun aku sadar dia tidak bisa dijangkau dan digapai, tapi rasanya aku tetap masih menginginkannya karena perasaanku masih sangat menggebu-gebu. Aku juga heran pada diriku sendiri, padahal sudah jeals-jelas dicampakan seperti itu, tapi aku masih saja mengejarnya seolah-olah dia layak untuk kukejar, aku bahkan rela menghabiskan waktuku hanya untuk memikirkannya dan dulu sampai menghubunginya setiap hari. Aku tahu jelas dari gerak-geriknya dia sama sekali tidak mencintaiku, dia benar-benar tidak punya perasaan sedikitpun padaku. Aku hanya bisa terdiam dan tersenyum saat menyadari hal itu, tapi aku juga terus berusaha dan tidak pantang menyerah karena entah kenapa instingku mengatakan masih ada celah yang dapat aku masuki di dalam hatinya, tapi ternyata saat aku mendekati celah itu, celahnya tiba-tiba tertutup dan itu membuatku kaget. Aku hanya bisa termenung sedih, memikirkan betapa menyedihkannya diriku terjebak dan terobsesi di dalam cinta yang bertepuk sebelah tangan. Aku bahkan pernah menangis berkali-kali dan sering berada di situasi semacam itu, tapi anehnya, aku tidak pernah belajar dari masa lalu dan terus saja mengulang-ulang siklus yang menyakitkan ini. Ini sangat menyakitiku tapi terkadang diriku sendiri tidak bisa memahami itu sama sekali. Aku malah terus mengejarnya sampai tidak sadar kalau seluruh tubuhku sudah penuh dengan luka. Namun aku tetap saja dengan bodohnya masih terus mengejarnya, sementara dia sama sekali tidak peduli pada kondisiku, bahkan untuk menengok saja, dia tidak melakukannya. Bukankah itu sudah bertanda bahwa dia bukan orang yang layak untuk kukejar? Aku masih tidak mengerti mengapa diriku masih saja melakukan hal bodoh ini. Aku yakin masih banyak orang di dunia ini yang layak untuk menjadi pasanganku, tapi anehnya aku masih saja berfokus pada orang sepertinya. Dia memang bukan orang yang jahat, sikapnya sangat ramah dan sopan saat mengobrol denganku, tapi menurutku itulah bahayanya, karena dengan sifat yang semacam itu, itu dapat membuat obsesiku jadi berlebihan dan bisa memakan waktu dan tubuhku sendiri. Bukankah sangat mengerikan saat seluruh hidup kita hanya fokus pada satu orang yang bahkan orang tersebut tidak peduli pada kita. Menurutku itu adalah kisah hidup yang sangat menyedihkan sepanjang masa, bahkan itu sangat lucu jika dijadikan sebagai sebuah film. Aku benar-benar heran pada diriku sendiri. Aku masih punya waktu yang banyak, dan aku bisa meluangkan waktu itu untuk mengembangkan diriku sendiri, dan juga membahagiakan diriku sendiri, aku seharusnya tidak perlu berfokus pada sesuatu yang tidak pasti seperti itu, aku layak mendapatkan orang bisa menghargaiku, aku sangat layak mendapatkannya. Aku yakin, ada orang yang pantas dan mencintaiku di luar sana, sedang menunggu garis takdir hingga kami bisa dipertemukannya. Aku tidak tahu kapannya, tapi aku yakin suatu hari nanti aku akan bertemu dengannya. Jadi untuk sementara ini, aku hanya perlu melupakan orang-orang yang tidak layak untuk hidupku, selain dia juga punya kehidupan yang berbeda, dia juga punya takdirnya juga, dan sudah dipastikan takdirnya bukanlah diriku. Aku seharusnya bahagia, karena itu artinya aku tidak perlu menghabiskan banyak waktu lagi untuk bersama orang yang tidak tepat, banyak sekali orang yang sial karena harus menghabiskan waktu bertahun-tahun dengan orang yang tidak tepat sehingga mereka putus dan semua waktu yang telah dihabiskan bersama, hasilnya sia-sia. Sungguh, itu lebih menyakitkan dan menyedihkan daripada orang yang mengalami cinta yang bertepuk sebelah tangan. Aku seharusnya tersenyum lebar karena dengan ini aku bisa mempersiapkan diri untuk bertemu dengan orang yang telah ditakdirkan untukku. Aku harus bisa mengembangkan diriku sebanyak mungkin agar saat aku bertemu dengannya, posisiku sudah lebih baik dari yang sekarang. Sungguh membayangkannya saja, aku sangat kegirangan. Aku tidak sabar ingin segera berada di momen-momen seperti itu karena itu adalah hal yang sangat kutunggu dalam hidup ini, mungkin masih membutuhkan waktu yang banyak, tapi itu tidak masalah karena setidaknya aku punya takdir yang indah setelahnya. Mungkin sekarang hidupku terkesan sangat monoton, menyedihkan, dan membosankan, tapi sekarang aku bisa lebih semangat lagi untuk fokus pada diri sendiri dan membahagiakan diriku sendiri. Masih banyak waktu yang bisa kumanfaatkan untuk mengisinya dengan hal-hal yang lebih bermanfaat dan dapat membahagiakan diriku sendiri secara fisik maupun mental. Sekarang, aku juga jarang sekali berolahraga, seharusnya aku bisa meluangkan waktu untuk menggerakkan badanku, karena jika aku terus-menerus tidak mau banyak bergerak, tubuhku bisa rusak dan itu sangat berbahaya. Aku akhir-akhir ini sangat tidak peduli pada tubuhku sendiri, selalu saja terfokus pada orang lain yang tidak mempedulikanku. Jika aku orang lain, mungkin aku akan memarahi diriku sendiri karena telah membuang-buang waktu dengan melakukan hal-hal yang tidak berguna. Dunia itu luas, seharusnya itu sudah cukup untukku menjadi bukti bahwa manusia itu bukan hanya dia, dan banyak orang yang lebih layak kuperjuangkan. Seharusnya aku sadar dan mampu untuk menyadarinya. Sayangnya, aku sangat bodoh, setidaknya untuk sekarang. Bagaikan balon yang diterbangkan, terus saja melayang-layang tanpa arah, itulah kehidupanku sekarang, masih belum jelas apa tujuanku, dan terus saja bergerak sesuai dengan arah angin, tanpa peduli apa yang akan terjadi jika aku salah memilih arah. Bisa saja ada badai atau semacamnya, tapi sama seperti balon, aku sama sekali tidak memikirkannnya, yang kufokuskan hanyalah terus bergerak mengikuti angin. Aku benar-benar kecewa pada diriku sendiri, karena aku tidak semestinya merendahkan diriku sendiri seperti ini, aku bisa lebih baik dari ini tapi aku masih tidak mau mempercayainya, itu adalah konflik internal dalam diri yang cukup serius. Aku tidak tahu apakah aku bisa mengendalikan hidupku dengan benar. Aku tidak mengerti mengapa aku terus saja membuang-buang waktu dan tidak melakukan hal yang bermanfaat selama ini. Banyak sekali orang yang membutuhkanku, tapi aku selalu saja fokus pada satu orang yang tidak layak untuk kuperjuangkan. Aku bahkan telah membuat banyak orang kecewa karena aku masih saja berkutat pada hal-hal semacam itu. Aku malu, sangat malu pada diriku sendiri karena telah membawa hidupku ke arah yang tidak jelas seperti ini. Rasanya aku ingin menangis karena aku benar-benar takut dengan apa yang akan terjadi di masa depan. Mungkin bagi banyak orang, ini adalah fase kepala dua yang rumit, tapi karena aku masih sangat awal mengalami ini, aku jadi tidak mampu untuk mengendalikan diriku sendiri. Aku ingin seperti orang lain, bisa punya banyak hal yang berarti dalam hidupnya, entah itu keluarga, sahabat, atau pasangan, aku punya dua hal itu kecuali yang opsi pasangan, sampai sekarang, rasanya sangat sulit untuk mendapatkan pasangan. Aku sudah banyak melakukan banyak hal, bahkan sudah menunjukkan versi terbaik dari diriku padanya, tapi sepertinya itu masih saja belum cukup. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi agar dia bisa menerimaku apa adanya, aku lebih baik ditolak secara langsung dan jelas, daripada terus diberikan sinyal yang abu-abu semacam ini. Aku bisa saja mundur dan menyerah, tapi hatiku masih melekat padanya, aku masih sangat mencintainya dan sangat sulit untuk melupakannya. Aku mungkin bisa tertawa dan bersikap normal di depan banyak orang, tapi sebenarnya aku sangat banyak pikiran bahkan lebih buruk dari sebelum-sebelumnya. Aku sering memikirkan hal yang tidak-tidak, dan aku sadar itu sangat berbahaya untukku. Tapi aku tetap saja tidak mempedulikannya, rasanya aku sangat keras kepala bahkan pada diriku sendiri, aku sangat muak dan kesal pada bagaimana caraku mengendalikan tubuhku sendiri. Aku sangat payah dan bodoh, karena aku tahu aku bisa lebih dari ini, tapi aku dengan sengaja mengubur semua kemampuan dan potensi penuhku karena aku merasa masih belum saatnya untuk menunjukkan semua itu. Padahal itu sudah saatnya, bahkan kapanpun itu, sangat tepat untuk menunjukkan semua potensi penuhku pada semua orang agar semua orang bisa menghargaiku, dan jika beruntung dapat membuat orang yang kucintai jadi tertarik padaku dan akhirnya bisa belajar untuk mencintaiku atau membalas perasaanku. Aku tahu dia sadar mencintaiku, tapi dia masih ragu dan menimbang-nimbang selama ini. Aku tidak tahu apa yang menyebabkan jadi seperti itu tapi itu benar-benar membuatku terpukul dan sedih karena bagiku, dia seperti sedang mempermainkan perasaanku, padahal aku di sini sangat serius mengejarnya. Aku tahu, bisa saja dia memang bukan orang yang ditakdirkan untukku, tapi bukankah kita tidak pernah tahu, bisa saja itu memang dia, bukan? Yang perlu kulakukan hanyalah terus berusaha tapi juga tidak perlu berlebihan, aku masih harus menggunakan logikaku dalam mengurus hal-hal semacam ini karena jika tidak, aku bisa ditaklukkan oleh keadaan dan itu sangat menyakitkan jika dibayangkan. Pada intinya, aku harus bisa menghargai diriku sendiri, aku tidak bisa mengontrol orang lain, tapi di saat yang sama, aku juga tidak bisa mengontrol perasaanku sendiri. Yang perlu kulakukan hanyalah mengalah dan menyerah pada keadaaan dan pada takdir tentunya. Sebenarnya aku tidak begitu suka dengan jargon-jargon berserah pada takdir atau semacamnya karena itu sangat berlawanan dengan ideologiku yang lebih mengedepankan rasionalitas dan pikiran yang penuh dengan logika. Aku tahu aku masih termasuk ke dalam orang-orang yang sedang dimabukkan cinta, tapi meskipun begitu, aku juga tidak boleh menyerahkan semua pikiranku pada perasaan yang membelenggu pikiranku. Aku juga harus berusaha agar bisa memiliki pikiran sadar yang penuh dengan rasionalitas dan logika. Jika tidak, aku bisa berakhir seperti orang-orang di luar sana, yang dipermainkan oleh orang lain dan kisah cintanya berakhir tragis. Aku tidak ingin mengalami hal seperti itu, bahkan sebenarnya aku masih belum siap untuk berkomitmen pada siapapun, yang sekarang kukejar hanyalah nafsu dan egoku saja, padahal aku ini masih sangat payah jika berkaitan dengan hubungan serius yang penuh komitmen karena aku sadar aku pribadi yang tidak nyaman jika terlalu diikat oleh suatu ikatan yang serius. Sikapku masih sangat kekanak-kanakan dan seharusnya aku tidak boleh terus-menerus fokus pada hal-hal cinta yang bertepuk sebelah tangan ini. Aku bisa lebih dari itu semua. Aku tahu aku ini adalah orang hebat yang bisa membuat dunia terkagum dan mampu mendapatkan banyak tepuk tangan yang meriah, tapi selama ini aku terlalu merendahkan diriku dengan terus mengejar ke hal yang salah. Ayolah, tolong buka matamu, kamu ini lebih dari sekedar orang payah yang tidak bisa melakukan hal-hal sendiri. Tunjukkan dirimu pada dunia, bahwa kau bisa lebih dari yang mereka asumsikan, kamu adalah orang yang sangat keren. Itulah yang seharusnya yang aku lakukan selama ini, menyemangati diri sendiri adalah hal yang sangat indah dan seharusnya dilakukan olehku selama ini. Aku sebelumnya malah membuang-buang waktuku dengan menyemangati orang lain yang bahkan tidak mengharapkan kehadiranku selama ini. Aku benar-benar merasa sedih jika mengingatnya. Tapi aku juga tidak bisa menyalahkan diriku sendiri sepenuhnya karena itu adalah ledakan perasaan dan setiap orang pasti akan melakukan hal bodoh itu jika dia sedang sangat dimabuk cinta. Menurutku itu normal dan bagian dari fase kehidupan. Aku yakin, setelah ini aku bisa belajar dan tidak lagi melakukan hal semacam ini karena itu hanya akan membuatku berada di situasi yang hampa. Bagus jika orang yang kucintai berani untuk menolak secara terang-terangan, tapi jika tidak? Mungkin itulah tragisnya jika dibayangkan, aku bahkan tidak tahu itu akan bagaimana jika aku tidak berani untuk mengakhirinya sendiri dengan menyerah dan berhenti melakukan hal itu lagi. Aku tahu perasaan itu indah dan penuh kasih sayang, tapi ada kalanya aku juga harus menggunakan logika. Jangan salah paham jika memberikan kebaikan dan kasih sayangnya padamu, karena bisa saja dia memang bersikap seperti itu pada semua orang, dan itu bukanlah perlakuan spesial yang hanya dia lakukan padamu. Aku selalu berusaha untuk menyadarkan diriku agar aku bisa melihat kenyataan dan berani untuk membuka mataku, bukan hanya untuk melihat bahwa tidak ada harapan lagi pada orang tersebut, tapi juga melihta bahwa banyak sekali orang yang lebih layak untuk aku perjuangkan dan mereka juga akan melakukan hal yang sebaliknya padaku. Bukankah itu sangat manis? Aku juga sebenarnya tidak yakin pada hal itu, tapi mau bagaimana lagi, aku hanya bisa menyemangati diriku sendiri dengan kalimat-kalimat semacam itu. Aku masih tidak mengerti mengapa diriku di masa lalu tidak mampu untuk memberikan kata-kata semangat semacam ini karena sebetulnya ini sangat penting, terutama jika aku sedang berada di posisi yang sangat rendah dan sulit, itu bagus untuk kesehatan mentalku dan juga fisikku, karena akan meningkatkan serotonin dan membuatku bahagia setiap harinya. Bukankah itu yang diinginkan dan diharapkan oleh orang-orang di seluruh dunia? Yaitu bahagai setiap hari dan minim mengalami masalah atau konflik atau perseturuan dengan siapapun. Hidup memang keras, tapi kita bisa membuatnya jadi indah dengan usaha. Akan selalu ada hasil yang positif jika kita berani untuk bergerak mengubahnya. Sama seperti bunga yang butuh untuk disiram, karena jika aku tidak diberi kata-kata semangat oleh diriku sendiri setiap harinya, maka aku akan layu seperti bunga yang lupa tidak disiram berhari-hari oleh pemiliknya. Bukankah itu adalah akhir yang sangat menyedihkan? Siapa yang ingin punya kehidupan dengan akhir tragis seperti itu? Aku yakin tidak ada satu orang pun yang menginginkannya, aku tidak tahu, tapi aku sangat yakin pada hal ini. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan jika aku masih saja terbuai oleh mabuk cinta, tapi setidaknya aku punya pegangan jika aku benar-benar berada di kebuntuan, yaitu terus mengucapkan kata-kata semangat pada diri sendiri, karena itu sangat penting lebih dari apapun. Kata-kata semangat dari orang lain juga bagus dan indah, tapi esensinya masih kurang jika yang melakukannya adalah bukan diri kita. Aku rasa semua orang punya caranya masing-masing dalam berdamai dengan dirinya sendiri, dan sedangkan caraku yaitu menyemangati diri sendiri dengan kata-kata penuhs semangat dan indah. Meskipun aku masih sangat sakit hati pada bagaimana kejamnya orang tersebut mencampakanku. Apakah dia tidak punya perasaan sama sekali saat melakukannya? Jika itu aku, meskipun aku tidak mencintai orangnya, aku akan menghargai orang itu sama seperti aku menghargai diriku sendiri. Segalanya dimulai dari diri sendiri dan kurasa aku tidak bisa terus-menerus mengandalkan satu orang saja untuk membuat hariku bahagia dan berbunga-bunga. Aku hanya perlu tersenyum karena dengan ini aku bisa lega dan dapat melanjutkan hidup dengan tenang. Aku masih punya banyak tugas, kewajiban, dan tanggung jawab yang perlu aku penuhi dan kurasa cinta seharusnya bukan hal yang terlalu diprioritaskan, karena aku masih payah dalam mengurusi hal-hal semacam itu. Aku mungkin tidak begitu berbakat dalam urusan romansa, dan aku menyadari itu sebenarnya dari awal. Namun, setelah beranjak dewasa, aku akhirnya mengerti bahwa meskipun aku payah dan tidak berpengalaman, tapi aku tetap membutuhkan hal yang namanya cinta. Karena mau bagaimanapun itu adalah hal yang sangat penting untuk bisa bertahan hidup. Aku tahu cinta bukanlah hal yang perlu diprioritaskan tapi itu tidak mengubah betapa penting dan indahnya cinta pada hidupku. Tidak heran mengapa musik dan lagu, selallu menceritakan soal cinta, karena itu memang indah dan sangat menakjubkan. Kekuatan cinta tidak boleh diremehkan dan disepelekan karena semua orang di seluruh dunia mengalaminya dan dimabuk oleh hal itu. Cinta adalah hal yang sangat bagian dari kehidupan dan peradaban manusia. Cinta sangat berperan besar bagi kehidupan keseluruhan manusia. Tanpa cinta, peradaban yang indah ini tidak akan pernah ada, aku yakin semuanya akan hampa dan sangat membosankan. Namun, meskipun begitu, harus diakui ada juga beberapa orang yang terlahir yang tidak bisa memahami apa indahnya hal yang bernama cinta, dan jumlahnya mungkin minoritas, tapi kita tidak boleh melupakan keberadaan mereka. Namun, pada akhirnya, cinta sangat penting, bukan hanya untuk kehidupanku, tapi juga bagi kehidupan semua manusia. Aroma cinta memang tidak bisa diremehkan, bahkan hanya mendapatkan balasan pesannya saja, itu bisa membuat kita sangat bahagia. Itulah kekuatan cinta berada. Aku yakin kita semua tahu cinta juga seperti bumerang, selain bisa membahagiakan kita, juga bisa menyerang kita jika kita tidak ahli dalam menangkapnya. Itulah kenapa orang-orang pemula sepertiku tidak dsarankan untuk terlalu dimabuki cinta karena itu sangat bahaya. Mabuk cinta tidak jauh berbeda dengan mabuk-mabukan soal hal yang buruk, sama seperti kecanduan obat-obatan yang adiktif. Seharusnya cinta tidak boleh jadi terkesan seperti itu, aku tahu dan sadar bahwa cinta itu seharusnya dapat membuat semua orang bahagia, bukan malah tersakiti dan patah hati. Kita mencintai seseorang itu bukan hal yang salah atau buruk, itu adalah bagian hidup yang sangat manis dan menyenangkan, tapi ada kalanya kita juga perlu melihat apakah ini baik untuk kehidupan kita atau justru dapat menghancurkan hidup kita. Bersikap waspada terhadap suatu hal adalah yang sangat normal dan wajar bagi manusia karena itu adalah termasuk dari insting bertahan hidup kita, yang perlu kita lakukan hanyalah menggunakan cara agar kita bisa selamat dari berbagai situasi yang dapat merugikan diri kita. Kita tidak bisa terus-menerus mengharapkan cinta dari orang yang salah, ada banyak hal yang lebih bagus untuk kita fokuskan daripada hanya sekedar mengejar orang yang sama sekali tidak peduli pada hidup kita. Yang perlu kita lakukan hanyalah bekerja keras, berusaha semaksimal mungkin agar kita bisa punya kehidupan yang layak ke depannya. Aku tahu itu juga salah satu kesulitan yang sangat dan sering dialami oleh manusia, tapi itu juga bagian dari kehidupan dan mau tidak mau kita harus menerimanya. Sebagai manusia, kita terkadang bingung dan tidak mampu untuk melihat pilihan mana yang baik dan bagus untuk kita amati menjadi pilihan terbaik di masa depan. Padahal sebenarnya ada banyak hal dan opsi yang bisa kita masuki agar pandangan kita bisa lebih terbuka pada hal-hal yang asing, termasuk soal cinta-cintaan semacam itu. Kita juga seharusnya tidak perlu melihat dengan kaca mata orang lain, karena setiap orang punya kehidupannya masing-masing dan terkadang cara untuk mengurusnya itu berbeda-beda bagi tiap individu. Kita tidak perlu melihat dengan menggunakan kaca mata orang lain, yang harus kita lakukan adalah melihat ke dalam diri kita dan berusaha untuk memahami diri kita yang sebenarnya. Terkadang kita bahkan sama sekali tidak mengenal diri kita yang sebenarnya, ada hal-hal yang mengejutkan jika berhasil mengenal diri kita secara penuh. Terkadang sosok diri kita yang sebenarnya tidak pernah kita duga dan yang perlu kita lakukan hanyalah menerima dan memeluknya lalu tentu saja menyemangatinya agar dia dan tentunya kita bisa bertahan hidup di dunia yang kejam dan indah ini. Sama seperti perpaduan antara ibu dan anak, kita juga harus bisa bersikap seperti ibu yang penyayang saat bertemu secara langsung dengan diri kita sendiri. Itu adalah pelajaran dan hal paling dasar yang mestinya kita pahami. Namun, tentunya kita tidak perlu pakem terhadap hal itu, karena yang namanya hidup tidak perlu terlalu dibawa serius, tapi juga tidak boleh terlalu dibawa santai. Intinya, kita harus seimbang dalam menyikapi berbagai hal, terutama jika menyangkut hal sensitif seperti cinta. Kita tidak boleh terlalu terobsesi terhadap cinta karena pada akhirnya cinta hanyalah salah satu fase yang terjadi di tubuh kita saat kita dipenuhi dengan ledakan-ledakan perasaan yang membahagiakan karena pikiran dan hati kita terfokus pada seseorang. Tentunya, seperti yang sudah sering kubilang, segalanya harus dipikirkan dengan logika.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD