Bertemu Kembali.

1209 Words

Malam hari datang tanpa masalah seperti hadiah. Bersama buku cerita yang aku letakkan di meja, malam ini menjadi sebuah pemikiran tersendiri bagiku. Begitulah kiranya. Ternyata para manusia menyukai dunia kami. Mereka membuat film dengan meraba-raba bagaimana kami hidup. Ada kalanya mereka membuat cerita fantasi yang mengerikan tapi ada pula yang begitu manis sesuai dongen yang terkenal. Ribuan dongeng indah yang sudah aku baca, tidak lagi menjadi sebuah dongeng bagiku. Bagaimana aku bisa menyebut itu sebuah dongeng jika semua yang dituliskan oleh pengarangnya adalah aku sendiri. Sungguh lucu melihat mereka begitu menyukai dunia kami. Sayangnya tidak ada satupun yang benar-benar tau kami seperti apa. Di dunia manusia, aku adalah fantasi yang mereka imaginasikan. Sedangkan Paris adalah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD