Di antara jeruji besi yang minim pencahayaan, satu orang perempuan digiring ke salah satu ruangan berjeruji besi itu. Begitu pula perempuan yang duduk dengan kursi yang didorong. Wajah kedua perempuan itu tidak terlalu baik. Ketegangan terlihat jelas atas rencana licik yang mereka yang mereka perbuat. "Masuk. " Salah satu pria tegap mendorong Silvia masuk. "Yang benar saja? Kenapa aku harus masuk ke tempat kumuh ini!?" Ceklak. Bruk. Blam! "Akh! " tubuh Evelyn terdorong ke depan dan jatuh ke dalam tumpukan jerami. Kesatria yang membawanya tidak ingin repot-repot menganggapi gerutuan sang penjahat. Silvia mengumpat dan buru-buru bangun. Hatinya dihinggapi dendam pada kesatria tadi. Tak lama kemudian, Evelyn juga menyusul masuk ke tahanan. Dia tidak mungkin didorong karena duduk di

