Ganjil? Ia merasakan itu. Karena tampaknya memang ada yang berbeda dari Hasan. Bukan. Bukan berbeda karenanya. Ia justru merasa kalau Hasan tampak berbeda dari awal pertama bertemu. Ia masih ingat jelas bagaimana Hasan saat pertama kali berada di rumah sakit ini. Tak akan perduli pada siapapun. Ia hanya perduli dengan dunianya. Dunia patah hati. Keera hanya menduga-duga sih. Tapi karena ia pernah berada di posisi yang sama, ia jadi tahu dan merasa kalau sepertinya perkiraannya benar. Namun Hasan bukan ia yang dengan mudahnya marah lalu ingin menjauh dari Allah. Hasan bukan ia yang terlampau berani menzalimi diri sendiri. Karena hati Hasan itu masih lah lembut. Hasan masih tak bisa berpaling dari-Nya. Dia yang menciptakan. Dia pemilik semesta ini. "Kalo pacar belum jadi apa-apa kali, Re."

