Perempuan dan Harga Diri

3079 Words

Alih-alih menolong, lelaki tadi justru ingin membawanya menuju pihak keamanan. Shabrina menyadari itu. Tak ada yang mau menolongnya. Disatu sisi ia menyesal. Di sisi lain, ia ketakutan. Yang bisa ia lakukan hanya lah berlari. Berlari sekencang mungkin. Tapi seberapa besar sih kemampuannya berlari? Seberapa jauh ia mampu menghindar? Pihak keamanan bandara di mana-mana. Ia hanya ingin meminta tolong. Terakhir, ia berteriak aaat seseorang mencapai pundaknya. Ia berhasil ditangkap. Upaya pelariannya terasa percuma. Rasanya ingin menangis? Ya sudah menangis. Ia cuma takut dibawa lagi. Cuma takut terperangkap lagi. Rasnaya kini ia ingin mati saja. Makanya saat dibawa menuju ruang khusus lalu ia melihat ada balkon di depan sana, ia langsung berlari. Ia mengancam akan lompat kalau ada yang mendeka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD