"Mama mau bicara." Mamanya menelepon ketika ia baru saja pulang dari masjid usai solat isya. Istrinya tentu saja memanggil. Ia belum makan malam. "Mama nelepon nyuruh ke rumah," tukasnya. "Nanti aku makan di sana gimana?" Istrinya mengangguk. Ya tak apa-apa. Biasanya anak dan ibu itu memang butuh ruang. Ia tak masalah. Toh ia juga harus mengurus anak mereka. Juna pamit. Ia hanya berjalan kaki menuju rumah mamanya yang memang tak begitu jauh. Tiba di sana, papanya juga sudah menunggu. Ada apakah? Kedua orangtuanya justru saling bersitatap. Tampaknya ada persoalan yang tak ia ketahui. Apakah itu? "Tadi pak kyai menelepon. Beliau menawari perempuan yang waktu itu hampir kamu lamar." Oooh. Sudah sampai ke umminya? Belum menyerah kah? Ia menggelengkan kepala. "Gak usah diladeni lah,

