Damar dalam penerbangan. Ia naik pesawat khusus. Perjalanan dari Sydney bisa dipangkas waktunya. Tapi yang menjadi masalah tetap saja bukan itu. Bagaimana kalau selama penerbangan ini terjadi sesuatu dengan timnya? Meski belum ada kabar juga hingga sekarang. Sejujurnya, ia cemas luar biasa. Kejadian seperti ini sebetulnya hal biasa di divisinya. Menghadapi para tukang teror dengan berbagai masalah menjadi makanan sehari-hari. Tapi sejujurnya, ia juga belum lama dipindahkan ke departemen ini. Sebelumnya kan lebih banyak berurusan dengan para pejabat, pengkhianat bangsa, dan mafia. Sementara itu, Shabrina yang duduk dengan pistol di kening masih belum lepas. Ia sudah gemetar. Ia sudah menangis. Meski ia bisa melihat suaminya ikut tiarap bersama yang lain. Namun beberapa kali, suaminya dite

