"Sudah paham kamu?" Ia hanya bisa nyengir. Tentu saja meminta maaf. Ia sebetulnya tergelitik, ingin sekali agar dokter Hasna meminta maaf atas kejadian kemarin. Kejadian di mana ia dipermalukan. Tapi...... "Terima kasih, dok," tukasnya. "Ada tugas lagi, dok?" Ia bertanya. Ya kan siapa tahu ada tugas lagi. Tapi si dokter pembimbingnya ini begitu sibuk. Keera menyadari betapa berbedanya dokter pembimbingnya yang satu ini dibandingkan yang sebelumnya. Yang satu ini lebih tidak begitu perduli-perduli amat untuk membimbingnya. Ketika memberikan tugas, ia harus tahu. Dan ia dikejar-kejar oleh berbagai tugas yang diberikan, waktu yang diberikan sungguh singkat. Lalu di mana sisi membimbingnya? "Cari kasus di luar. Kumpulkan seperti biasanya." Ia menghela nafas. Ia hendak membalik badan tapi

