Si Bawel

3008 Words

"Anggap ini sebagai hukuman bagimu, Shabrina." Ia seolah mendengar seseorang mengatakan itu. Ia menoleh ke sekitar tapi tak melihat siapapun. Tak ada siapapun di dalam kamar ini, Brina. Ia mengucapkan hal itu pada dirinya sendiri. Lalu mengambil kain dan segera memakainya. Baru kemudian berjalan masuk ke kamar mandi. Ia membersihkan diri. Rasanya tubuh lelah sekali. Ia bisa mendengar suara langkah kaki para pelayan. Mereka membawa masuk makanan dan juga pakaian yang ia perlu kenakan hari ini. Ia hanya diam di kamar mandi. Bagaimana ia bisa hidup seperti ini? Ia menunggu sampai para pelayan itu keluar dari kamarnya. Kemudian keluar dan menghela nafas saat melihat baju yang harus ia kenakan. Bukan kah selama ini, ia selalu mengenakan baju terbuka? Lalu kenapa kini ia risih melihatnya? Du

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD