Nisa menghembuskan nafas. Ia hadir di sini. Pantai Losari. Haaah. Tubuhnya mungkin hadir di sini tapi tidak dengan pikirannya yang justru terbang ke mana-mana. Teman dan kebahagiaan yang tak pernah ia sadari. Bukan kah dulu hidupnya baik-baik saja andai ia tak mencari masalah? Ya kan? "Aku kenal sama arsitek yang membuat desain masjid itu. Bagus ya, Nis?" Nisa menoleh. Ia tak terlalu memerhatikan. Disaat yang lain sibuk berfoto ria, ia malah tenggelam dalam lamunan. Apa sih yang dipikirkan? Ia juga tak paham. Ia hanya memikirkan kalau ada banyak hal yang ia sesali dalam hidupnya dan baru benar-benar ia sadari sekarang. Tak ada jalan untuk kembali. Tapi akan selalu ada jalan untuk memperbaiki. Meski tak akan pernah menjadi sempurna lagi. "Beliau adalah calon pemimpin yang sangat amanah

